Selasa, 15 Januari 2013

Polimiositis DAN Dermatomiositis


RIO PRANATA 
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN 
 Polimiositis DAN Dermatomiositis

A .Definisi
Polimiositis merupakan promezolenyakit jaringan ikat menahun yang ditandai dengan peradangan yang menimbulkan nyeri dan degenerasi dari otot-otot(kelemahan muskuloskeletal proksimal).Dermatomiositis adalah polimiositis yang disertai dengan peradangan pada kulit.Penyakit ini menyebabkan kelemahan dan kemunduran otot.Kelemahan otot terutama mengenai otot bahu dan panggul, tetapi bisa mengenai otot-otot yang simetris di seluruh tubuh.Polimiositis dan dermatomiositis biasanya terjadi pada dewasa (usia 40-60 tahun) atau pada anak-anak (usia 5-15 tahun).Wanita 2 kali lebih sering terkena.Pada dewasa, penyakit ini bisa terjadi sendiri atau merupakan bagian dari penyakit jaringan ikat lainnya, misalnya penyakit jaringan ikat campuran.
B .Keluhan utama
biasanya mengeluh lemah otot, nyeri sendi, sulit atau tidak dapat melakukan kegiatan pergerakan dan pada dermatomiositis ditemukan tanda eritema.

C .Riwayat Kesehatan

a.      Riwayat Penyakit Sekarang.
Tanyakan sejak kapan pasien merasakan keluhan seperti yang ada pada keluhan utama dan tindakan apa yang dilakukan untuk menanggulanginya.

b.      Riwayat Penyakit Dahulu.
pada pasien apakah pernah mengalami kelemahan otot, nyeri sendi sebelumnya dan  pasien.
c.       Riwayat Penyakit Keluarga.
Apakah ada keluarga pasien yang pernah menderita miositis, polimiositis
{deramatomiositis}.

D .Pemeriksaan Fisik
1.      Data subjektif.
ú  Kelemahan otot.
ú  yeri sendi.
ú    Nyeri otot.
ú  Masalah gastrointestinal {nafsu makan menurun}.

2.      Data objektif.
ú  Palpasi otot dan sendi apakah ada nyeri.
ú  Apakah mengalami kesukaran bernafas.
ú  Kontraktur dan atrofi otot.
ú  BB menurun.
ú  Observasi kemerahan pada siku, tangan, lutut, bahu, dada.
{dermatomiosistis}.

E .Manifestasi klinis
Virus atau reaksi autoimun diduga berperan dalam timbulnya penyakit ini.
Kanker juga bisa memicu timbulnya penyakit ini, dimana reaksi autoimun terhadap kanker mungkin diarahkan untuk melawan bahan yang terkandung di dalam otot.
Sekitar 15% penderita laki-laki berusia diatas 50 tahun, juga menderita kanker.JALA
Gejalanya pada semua umur hampir sama, tetapi biasanya pada anak-anak gejalanya timbul secara lebih mendadak.
• Kelemahan otot : bertahap, progresif, bilateral, dan proksimal disertai nyeri pada daerah yang terkena; ditandai dengan kesulitan menaiki tangga dan bangun dari kursi. Peradangan otot skeletal dan otot polos saluran cerna disertai disfagia dan pengosongan lambung terlambat.
• Ruam eritomatosa kehitaman pada daerah yang terpajan sinar matahari, daerah berbentuk kupu-kupu pada wajah, leher, bahu, kehilangan pigmen.
• Ruam heliotrope (diskolorasi ungu) disekitar kelopak mata atas.
• Eritema subungal, telangiektasis kutikular, tanda Gottron (bercak bersisik) disekitar dorsum PIP, MCP, dan siku, tangan mekanik (pecahnya kulit pada distal ujung jari)
• Poliartralgia atau poliartritis, malaise
• Vaskulitis kulit, otot, traktus gastrointestinal dan mata, serta fenomena Raynaud
• Terkenanya viseral

            Paru : alveolitis akut, penyakit paru interstisialis kronis, dan kelemahan otot pernafasan
Jantung (33%) : miokarditis, perikarditis dan aritmia Gejalanya bisa dimulai selama atau sesudah suatu infeksi, yaitu berupa:
  • kelemahan otot (terutama otot lengan atas, panggul dan paha)
  • nyeri otot dan sendi
  • fenomena Raynaud
  • kemerahan (ruam kulit)
  • kesulitan menelan
  • demam
  • kelemahan dan
  • penurunan berat badan.
Kelemahan otot bisa dimulai secara perlahan atau secara tiba-tiba, dan bisa memburuk dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Karena yang paling sering terkena adalah otot-otot yang dekat dengan pusat badan, penderita akan mengalami kesulitan dalam mengangkat lengannya melampaui bahu, menaiki tangga dan bangun dari posisi duduk di kursi. Jika menyerang otot leher, penderita akan mengalami kesulitan pada saat mengangkat kepalanya dari bantal. Kelemahan pada bahu atau panggul menyebabkan penderita harus duduk di kursi dorong atau di tempat tidur.
Kerusakan otot pada bagian atas kerongkongan bisa menyebabkan kesulitan menelan dan regurgitasi makanan.Kerusakan otot tidak terjadi pada otot-otot tangan, kaki dan wajah.
Pada 1/3 kasus terjadi pembengkakan dan nyeri sendi, tetapi cenderung ringan.Fenomena Raynaud lebih sering terjadi pada penderita polimiositis yang disertai penyakit jaringan ikat lainnya.


Polimiositis biasanya tidak mengenai organ-organ dalam selain tenggorokan dan kerongkongan.Tetapi paru-paru bisa terkena, menyebabkan sesak nafas dan batuk.Perdarahan pada ulkus di lambung atau usus, bisa menyebabkan tinja berdarah atau tinja kehitaman, yang lebih sering terjadi pada anak-anak.
Pada dermatomiositis,kemerahan cenderung timbul bersamaan dengan melemahnya otot dan gejala lainnya. Pada wajah bisa timbul bayangan kemerahan (ruam heliotrop).Yang khas adalah pembengkakan ungu-kemerahan di sekeliling mata.Kemerahan lainnya, apakah bersisik, licin atau menonjol, bisa timbul di hampir seluruh bagian tubuh, tetapi yang paling sering muncul di buku-buku jari.Bantalan kuku jari tampak kemerahan.Pada saat kemerahan ini memudar, timbul bercak kecoklatan, jaringan parut, pengkerutan atau bercak pucat di kulit.
DAFTAR PUSTAKA 
 
Elizabeth J. Corwin. Saku Patofisiologi 2008. EGC.JAKARTA
Mark H. Swartz. Ajar Diagnostik Fisik.1995 ECG.JAKARTA  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar