Kamis, 07 Maret 2013

Maklah Mioma Uteri

                                                                          BAB I
                                                                     PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Mioma uterus adalah pertumbuhan jinak yang berkembang dari sel-sel otot polos dalam dinding uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya, sehingga dalam kepustakaan dikenal jugadengan istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid.
Berdasarkan otopsi, novack menemukan 27% wanita berumur 25 tahun mempunyai sarang mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan lebih banyak. Di Indonesia mioma uteri ditemukan 2,39 – 11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Sedangkan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, myoma uteri ditemukan menjadi penyakit 5 besar yang ditemukan di poli kandungan sepanjang tahun ini.
Beberapa upaya pengobatan yang sampai saat ini  sudah dilakukan adalah dengan pembedahan, radioterapi dan observasi ( pada myoma yang masih kecil ) dengan kontrol setiap 3-6 bulan.
Peran serta perawat dalam perawatan pasca bedah / histerektomi sangat besar, bukan saja dalam hal perawatan luka bekas operasi tetapi juga kesiapan klien menghadapi kenyataan secara psikis.
1.2 Rumusan Masalah
1.apa pengertian mioma uteri?
2.apa penyebab mioma uteri?
3.apa saja klasifikasi mioma uteri?
4.bagaimana fatofisiologi mioma uteri?
5.apa saja tanda dan gejala mioma uteri?
6.bagaimana penanganan dan pengobatan pada mioma uteri?
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui penyakit organ reproduksi khususnya myoma uteri.

1.3.2 Tujuan Khusus
1.untuk mengetahui pengertian mioma uteri.
2.untuk mengetahui penyebab  mioma uteri.
3.untuk mengetahui klasifikasi mioma uteri.
4.untuk mengetahui patofisiologi mioma uteri.
5.untuk mengetahui tanda dan gejala mioma uteri.
6.untuk mengetahui komplikasi dari mioma uteri.
7.untuk mengetahui penanganan dan pengobatan mioma uteri.

1.4 Manfaat
1.pembaca dapat mengetahui tentang pngertian mioma uteri.
2.pembaca dapat mengetahui penyebab  mioma uteri.
3.pembaca dapat mengetahui klasifikasi mioma uteri.
4.pembaca dapat  mengetahui patofisiologi mioma uteri.
5.pembaca dapat mengetahui tanda dan gejala mioma uteri.
6.pembaca dapat mengetahui komplikasi dari mioma uteri.
7.pembaca dapat  mengetahui penanganan dan pengobatan mioma uteri.



BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Mioma Uteri
Mioma uteri adalah suatu neoplasma jinak dari lapisan miometrium atau otot rahim yang bersifat konsistensi padat dan kenyal serta berbatas tergas dan mempunyai pseudokapsul (Hanifa Wingnyo Sastro, 1994).Dikenal dua tempat asal mioma uteri yaitu serviks uteri dan korpus uteri. Yangada pada serviks uteri hanya di temukan dalam 3 % sedangkan pada korpus uteri 97 % mioma uteri banyak terdapat pada wanita usia reproduksi terutama pada usia 35 tahun keatas dan belum pernah dilaporkan bahwa mioma uteri terjadi sebelum menarche (prawirohardjo, sarwono 1994 ).
2.2.Etiologi
Walaupun mioma uteri terjadi banyak tanpa penyebab, namun dari hasil penelitian Meyer dan Lipschultz, yang mengutarakan bahwa terjadinya mioma uteri tergantung pada sel-sel imatur pada “Cell nest” yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh estrogen.
-Diperkirakan bahwa antara 20 % sampai dengan 25 % mioma uteri terjadi pada wanita berumur diatas 35 tahun.
-Mioma uteri jarang terjadi pada wanita sebelum masa menarche.
-Mioma uteri juga jarang terjadi pada wanita sebelum masa menopause.
-Mioma uteri sering terjadi pada masa reproduksi.
-Di Indonesia mioma uteri ditemukan 2,39 – 11,7 % pada semua penderita ginekologi.

2.3. Klasifikasi Mioma Uteri
Berdasarkan posisi mioma terhadap lapisan-lapisan uterus dapat di bagi menjadi tiga jenis yaitu :



a.Mioma Submukosum
Mioma ini berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Mioma submukosum dapat tumbuh bertangkai dan menjadi polip, kemudian dapat dilahirkan melalui saluran serviks ( Myoma geburt).
b.Mioma Intramural
Yaitu mioma yang berada di dinding uterus di antara serabut miometrium
c.Mioma Subserosum
Mioma jenis ini tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus dan diliputi oleh serosa. Mioma subserosum dapat pula tumbuh menempel pada jaringan lain misalnya ke ligamentum atau omentum dan kemudian membebaskan diri dari urerussehingga sering disebut sebagai mioma wondering/ Parasitic Fibroid.
Jarang sekali ditemukan hanya satu macam mioma saja dalam uterus. Mioma yang tumbuh pada serviks uteri dapat menonjol ke dalam saluran serviks sehingga ostium uteri nampak berbentuk bulan sabit.
2.4 Patofisiologi



2.5  Gejala dan tanda
Hampir separuh kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan ginekolog karena tumor ini tidak menganggu. Gejala yang dikeluhkan sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada ( serviks, intramural,submukus,subserosa), besarnya tumor, perubahan dan komplikasi yang terjadi.
Gejala tersebut dapat digolongkan sebagai berikut :
1.  Perdarahan abnormal
Gangguan perdarahan yang terjadi umumnya adalah hipermenore, menoragia atau dapat terjadi metroragi. Faktor yang menyebabkan terjadi perdarahan . antara lain :
a.Permukaan endometrium yang lebih luas dari pada biasanya
b.Pengaruh ovarium sehingga terjadi hiperplasia endometrium sampai adenokarsinoma emdometrium
c.atrofi endometrium  di atas mioma submukosum
d.miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah yang melaluinya.
2  Rasa Nyeri
Rasa nyeri bukanlah gejala yang khas pada mioma walaupun sering terjadi. Rasa nyeri dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma yang disertai nekrosis jaringan setempat dan peradangan. Pada mioma submukosum yang akan dilahirkan biasanya menimbulkan dismenore karena penyempitan kanalis servikalis akibat mioma.
3.Gejala dan tanda penekanan
Gangguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri. Penekanan pada kandung kemih akan menyebabkan poliuri. Penekanan pada uretra dapat menyebabkan retensio urine dan pada ureter dapat menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis. Penekanan pada rectum menyebabkan obstipasi dan tenesmia. Dan penekanan pada pembuluh darah dan pembuluh limfe mengakibatkan edema tungkai dan nyeri panggul.

4.Infertilitas dan Abortus
Infertilitas dapat terjadi apabila sarang mioma menutup atau menekan atau menutup pars interstitial tuba, sedangkan mioma submukosum juga memudahkan terjadinya abortus oleh karena distorsi rongga uterus.

2.6 Komplikasi
1.pertumbuhan leimiosarkoma.
Mioma dicurigai sebagai sarcoma bila selama beberapa tahun tidak membesar, menjadi besar apabila hal itu terjadi sesudah menopause.
2.Torsi (putaran tangkai )
Ada kalanya tangkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. Kalau proses ini terjadi mendadak, tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan dan akan tampak gambaran klinik dari abdomenakut.
3.Nekrosis dan Infeksi
Pada myoma subserosum yang menjadi polip, ujung tumor, kadang-kadang dapat melalui kanalis servikalis dan dilahirkan bari vagina, dalam hal ini kemungkinan gangguan situasi dengan akibat nekrosis dan infeksi sekunder.

2.7 Penanganan Dan Pengobatan
Rawat inap darurat diindikasikan apabila perdarahan mengancam jiwa atau nyeri akut abdomen. Perencanaan tatalaksana harus disesuaikan dan spesifik atas pertimbangan : keparahan gejala, keinginan mempunyai anak di kemudian hari, dan ukuran tumor.
1.Kuretagge endometrium
Dapat mengidentifikasi kelainan pada endometrium da menyingkirkan kemungkinan keganasan endometrium. Apabila leiomioma ukurannya kecil, tidak mengubah rongga endometrium dan apabila endometrium menunjukkan perdarhan anvoluntair maka dapat dipertimbangkan untuk menekanovarium dengan tablet kombinasi estrogen-progestrin. Hormon – hormon tersebut harus digunakan dengan hati-hati, karena dapat membangkitkan leiomioma yang sudah ada.
2.Pengobatan  operatif ( Miomektomi dan Histerektomi )
Miomektomi dianjurkan apbila pasien hendak mempertahankan atau meninkatkan potensinya untuk hamil.
Histerektomi merupakan pengobatan definitive untuk gejala yang persisten. Namun, hiterektomi dianjurkan bagi pasien-pasien simptomatik yang tidak lagi menghendaki anak di kemudian hari.
3.Radioterapi
Tindakan ini bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita mengalami menopause, hal ini umum dilakukan bila terdapat kontraindikasi untuk tindakan operasi.

Besar Tumor < Rahim Gravid 12 Minggu

-Tanpa keluhan dan komplikasi
Penanganan tidak tergantung umur dan paritas, hanya dilakukan pengawasan dan pemeriksaan secara periodic setiap 3 sampai 6 bulan sekali. Kecuali bila ada pembesaran dan timbulnya komplikasi dipertimbangakan untuk tindakan operatif.
-Dengan Keluhan dan Komplikasi perdarahan, dilakukan :
-Koreksi anemia. Dengan transfusi bila Hb ≤ 8 gr %.
-Kuret, dikerjakan bila Hb > 8 gr %. Dengan tujuan menghentikan perdarahan dan pemeriksaan PA untuk menyingkirkan adanya keganasan atau penyakit lain. Dan bila tidak ada keganasan ,tindakan selanjutnya adalah tergantung umur dan paritas penderita.

Besar Tumor > Rahim Gravid 12 Minggu

Dengan atau tanpa keluhan/komplikasi dilakukan tindakan operatif.
2.8 Epidemiologi
Berdasarkan otopsi, novack menemukan 27% wanita berumur 25 tahun mempunyai sarang mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan lebih banyak. Di Indonesia mioma uteri ditemukan 2,39 – 11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Sedangkan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, myoma uteri ditemukan menjadi penyakit 5 besar yang ditemukan di poli kandungan sepanjang tahun ini.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mioma uterus adalah pertumbuhan jinak yang berkembang dari sel-sel otot polos dalam dinding uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya, sehingga dalam kepustakaan dikenal jugadengan istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid, dimana gejalanya berupa:
1.pendarahan abnormal
2.rasa nyeri karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma yang disertai nekrosis jaringan setempat dan peradangan.
3.adanya gejala dan tanda penekanan.
4.Infertilitas dan Abortus.

3.2 Saran
semoga makalah tentang “ mioma uteri” ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca .janganlah menganggap remeh dengan penyakit apapun jenisnya dan berat ringannya .Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati,maka jagalah kesehatan anda dengan baik.











DAFTAR PUSTAKA

Bagian Obstetri & Ginekologi FK. Unpad. 1993. Ginekologi. Elstar. Bandung
Carpenito, Lynda Juall, 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. EGC. Jakarta
Hartono, Poedjo. 2000. Kanker Serviks/Leher Rahim & Masalah Skrining di Indonesia. Kursus Pra kongres KOGI XI Denpasar. Mimbar Vol.5 No.2 Mei 2001
…………….2001. Diktat Kuliah Ilmu Keperawatan Maternitas TA : 2000/01 PSIK.FK. Unair, Surabaya
Saifidin, Abdul Bari,dkk. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo & JNKKR-POGI. Jakarta.













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar